About

This is a small world where I put together my ideas into a thought. A thought then written down by the 'sword' of my hands. I'm a believer of God. Hereafter, be my witness, just what have I done, within this blog.

"God, give me the strength to write".
Showing posts with label Sharing Is Caring. Show all posts
Showing posts with label Sharing Is Caring. Show all posts

Tuesday, August 14, 2012

My Greatest Fear


One of my greatest fear is becoming an Imam in the congregation prayer (Solah). On top of that, Imam of Tarawikh prayers. However, tonight marks the night I've overcome that fear!.

I really can't imagine what is the feeling being in front of there. My visual acuity is not 6/6 for both eyes. It is 12/6 i think. I've to wear spectacles to see clearly. I can't see clearly The Quran opened in front of me without wearing spectacles. This is my greatest fear, because as an Imam, I have to read something from The Quran.

Tonight's Imam schedule should be one of Imam from the Islamic Center, in my university. Unfortunately, he wasn't there just now. And I was asked to take over his place instead!.

"Oh my God, what if I can't see a thing in front of there?. I haven't been able to recall the Surah I've been remembered in this short amount of time. What if I make a mistake during recalling the Surah?. I need to recall first or else I'll make Tajweed mistakes as well. In only few seconds more, what should I do?. Ease me oh Allah!" I prayed hard silently. Only Allah knows how I was trembling just now.

Slowly, I opened The Quran and put it in front of me. Suddenly, from the where I stood, I can see clearly everything in The Holy Book. I forgot about my spectacles, I was wearing it!. I don't usually bring it during my prayer. Alhamdulillah!, praises be upon Allah swt!. I read everything near perfect, made a few minor mistakes and was able to finish the total of 15 rakaah of the Tarawikh and Witir prayers plus Isya' prayer.

I don't think I'm able to sleep tonight!. Thanks oh Allah!. I've overcame one of my greatest fear!. Really really love You!. Hehe.

Thursday, March 1, 2012

We Are All Loo Jo Yee


 Alhamdulillah.

There's nothing else I can say except praising Allah for what I heard. He had given her Hidayah that turn her to her fitrah of being a Muslim.

Though this story have been long publicized in social networks, I just want to write an article as a tribute to her. A welcoming article to keep her stronger each and every day of being a Muslim!.

Convert or Revert

Words above described when someone changes their religion. The different is that revert is used when someone changed back to their own original religion.

In fact, we always misused the word convert when someone become Muslim. It's wrong actually because we are Muslim once we were born in this world. It's just our parent that shaped us either to become a Muslim or not in later part of our life. Christian parents will teach their children their belief and so thus the other religions.

So when someone return back to Islam, they actually reverted to their original religion, becoming a Muslim.

Loo Jo Yee

When first I heard her name, I asked myself, "Is she a Korean or what?". Then only later I know that she is actually a Chinese girl. A cute one.

I believe her story and videos are already everywhere so i won't talk about her much.

What I admire her the most and what should we reflect back to ourselves?
She reads Quran even though she was a non-Muslim at that time but do we read even a page of Quran everyday?.

She understands the content of Quran but do we understand it the way she did?.

She reads the story of Prophet Muhammad peace be upon him but we don't even know his story that much.

She seeks the knowledge of Islam even though at that particular time she just wants to search for debatable topics with her Muslim friends. We instead just using most of our time gaining 'knowledge' from Facebook.
See how much the differences between us. She found Islam through her searching effort but we 'gain' Islam since we were born. She appreciated Islam very much but we didn't even care to practice Islam as a whole.

We Discriminate

This is a shame to Islam itself. We Muslims actually did not practice Islam as a whole and even discriminate our new brothers and sisters in Islam.

We cause them distress. We put them to a corner where they couldn't respond to our discrimination.
"Close your aurat first, if not you cannot enter the Masjid"

"Perform solah, if not, you are not a Muslim"

"Do you really want to be a Muslim?. What is your intention actually?."
We question their intention too much and it's actually really fragile.

They keep thinking if they want to be a Muslim, they would have to cut off their relationship with their family. This false belief actually make them scared.

And there are actually a lot more things that make them waver to become a Muslim. And we add-on the causes even more. Never once our Muslim society treat our new brother and sister nicely. What did we gave them is only discrimination.

What differentiate a Muslim in the eye of Allah?
Money?. No.

How long have you been a Muslim?. Totally a No.

Our level of Taqwa. Correct.
So, we actually don't know if we are better than them. In fact, most of them are much better than us. They are much eager to invite people to Allah than us.

Weird, but that's the reality.

Say No to Discrimination!.

Sunday, February 19, 2012

Lupanya Kamu


Kamu selalu lupa untuk mengucapkan syukur pada Allah apabila bangun daripada tidur. Sedangkan Allah  memberikanmu peluang hidup lagi setelah mematikanmu. Lupanya kamu.

اَلْحَمْدُ لله الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَمَا اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرَ
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepadaNya lah tempat kembali"

Kamu selalu lupa untuk memohon pada Allah agar melindungimu daripada gangguan syaitan ketika kamu menggunakan bilik air. Tetapi Allah bermurah hati melindungimu daripadanya. Lupanya kamu.

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوذُبِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu daripada syaitan jantan dan syaitan betina"

غُفْرَا نَكَ الله الَّذِى اَذْهَبَ عَنّى الأذَى وَعَا فَانِى
"Aku memohon kepada Engkau, yang telah menghilangkan gangguan dariku dan memberikan kesihatan"

Kamu selalu lupa memohon pada Allah sebelum makan, agar diberkati rezeqimu dan mengharapkan rezeqimu halal agar tidak dihumban kamu nanti ke dalam api neraka. Tetapi Allah memberkati rezeqimu, mengenyangkanmu, dan memberikan tenaga kepadamu. Lupanya kamu.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابً النَّارِ
"Ya Allah, berkatilah rezeqi yang Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka"

Seringkali juga kamu terlupa mengucapkan syukur kepada Allah selepas makan. Tetapi Allah telah memberikanmu makan dan minum dan menjadikanmu seorang Muslim. Lupanya kamu.

اَلْحَمْدُ لله الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang Muslim"

Kamu selalu lupa untuk bertawakkal kepada Allah setiap kali kamu menjejakkan kaki keluar daripada rumahmu. Tetapi Allah menyelamatkan kamu dari segala perkara yang membahayakan nyawamu di sepanjang pemergianmu. Lupanya kamu.

بِسْمِ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى الله ,لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ الا بِالله
"Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku kepada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah sahaja"

Kamu selalu lupa untuk memohon kemudahan dan kesejahteraan sewaktu menaiki kenderaanmu. Tetapi Allah menyelamatkan bagi kamu, perjalanan pergi dan pulang kamu. Lupanya kamu.

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَرَلَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاَنَّ إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
"Maha suci Allah yang memudahkan kenderaan ini bagi kami, sedangkan kami tidak mampu memudahkan kepadaNya, dan kepada Allah kami kembali"

Kamu juga akhirnya lupa untuk menyebut nama Tuhanmu sebelum kamu tidur. Tetapi Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Dia menghidupkanmu semula selepas mematikanmu. Lupanya kamu.

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ اَمُوتُ وَاَحْيَا
"Dengan namaMu Ya Allah yang menghidupkan dan mematikan"

P/s: Buat saya dan kamu yang sentiasa lupa. (^_^)

Friday, February 17, 2012

Dia Muhammad Telah Pergi

Berita kewafatan Rasulullah saw segera tersebar ke seluruh kota Madinah. Orang ramai terkejut dan masing-masing tidak dapat menahan kesedihan. Mereka berebut-rebut menziarahi Rasulullah saw. Tetapi kerana terlalu ramai, mereka terpaksa mengikut giliran. Mereka menangis meratap hiba. Umar Al-Khattab juga tidak dapat menahan perasaannya. Sebaik sahaja mendengar berita itu, beliau segera keluar dari rumahnya dan berlari-lari menuju ke rumah Rasulullah saw. tetapi beliau tidak dapat masuk kerana orang terlalu ramai. Tambahan pula, hanya keluarga Muhammad saw yang dibenarkan masuk dahulu.

Umar Al-Khattab berjalan mundar-mandir. Dia terdengar mereka sedang bercakap berkenaan Rasullulah saw. Ada yang percaya, ada pula yang tidak percaya. Malah ada pula yang mengatakan selepas beliau wafat maka umat Islam akan kembali ke agama asal nenek moyang mereka.

"Orang munafik yang lemah imannya mengatakan Rasulullah saw sudah meninggal dunia. Beliau tidak wafat tetapi pergi menghadap Allah seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa a.s. dahulu. Nabi Musa pergi meninggalkan kaumnya 40 hari 40 malam. Kemudian beliau kembali kepada kaumnya."

"Demi Allah, Nabi Muhammad saw itu pesuruh Allah, beliau pergi sebentar dan pasti kembali. Saya memberi amaran keras. Sesiapa yang berani mengatakan Nabi Muhammad saw sudah wafat, nescaya saya potong tangan dan kakinya," teriak Umar Al-Khattab sambil menghunus pedangnya.

Melihat kelakuan Umar Al-Khattab yang sudah hilang pertimbangan, orang ramai semakin gelisah. Mereka tidak berani lagi bercakap mengenai kewafatan Rasulullah saw. Beberapa orang sahabat menemui Abu Bakar As-Siddiq.

"Umar Al-Khattab mengancam akan membunuh sesiapa sahaja yang mengatakan Rasulullah saw sudah wafat. Kata-katanya itu menakutkan orang ramai. Perkara ini tidak boleh dibiarkan. Kita perlu melakukan sesuatu," Kata Ikramah.

Abu Bakar As-Siddiq segera menghadap orang ramai lalu berkata, "Saya akan melihat sendiri keadaan Rasulullah saw. Selepas itu saya akan memaklumkan keadaan beliau."

"Itulah yang sebaiknya. Pergilah segera masuk ke rumah Rasululla saw," kata Ikramah.

Abu Bakar As-Siddiq segera masuk ke rumah Rasulullah saw. Dilihatnya jasad Nabi Muhammad saw yang mulia itu terbaring dan seluruh tubuhnya ditutup dengan kain. Abu Bakar As-Siddiq bersimpuh di sisi jenazah Rasulullah saw lalu membuka kain yang menutup wajahnya. Abu Bakar As-Siddiq mencium dahi Nabi Muhammad saw lalu berkata, " Kepada Allah kita datang dan kepada Allah juga kita pulang. Sesungguhnya maut yang ditakdirkan Allah bagi sekalian makhluknya sudah tuan rasakan sekarang dan selepas ini tuan tidak akan merasakan kematian buat selama-lamanya."

Kemudian Abu Bakar As-Siddiq menutup semula wajah Rasulullah saw dengan kain. Beliau keluar dari rumah Aisyah. Pada masa itu, orang ramai sedang mendengar Umar Al-Khattab berucap. Sebaik sahaja mereka melihat Abu Bakar As-Siddiq, mereka mengerumuni beliau.

"Bagaimana keadaan Rasulullah saw?. Beritahu kami keadaan beliau yang sebenarnya," desak mereka.

"Wahai sahabatku Umar Al-Khattab, bertenang dan marilah berdiri di sebelah saya. Saya akan bercakap perkara yang sebenarnya dan saya tidak takut kepada sesiapa melainkan Allah," kata Abu Bakar As-Siddiq.

Umar Al-Khattab datang lalu berdiri di sebelah kanan Abu Bakar As-Siddiq. Ikramah dan Abu Ubaidah pula berdiri di belakang umar Al-Khattab dan bersedia menghadapai segala kemungkinan.

"Bertenang tuan-tuan semua. Kita dengarkan apa yang akan dikatakan oleh Abu Bakar As-Siddiq," kata Abu Ubaidah.

Orang ramai menumpukan perhatian kepada Abu Bakar As-Siddiq. Suasana yang bsising bertukar senyap. Masing-masing menumpukan perhatian kepada perkara yang hendak diucapkan oleh Abu Bakar As-Siddiq.

"Wahai kaum muslimin, barang siapa yang menyembah Muhammad, ketahuilah Muhammad sudah wafat. barang siapa yang meneymbah Allah swt, maka Allah itu hidup dan tidak akan mati," kata Abu Bakar As-Siddiq. Kemudian dia membacakan ayat suci yang bermaksud,
"Muhammad itu hanyalah seorang Rasul. Sudah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah sekiranya dia wafat atau terbunuh maka kamu berpatah balik ke belakang? Barang siapa yang berbalik ke belakang maka tidak mendatangkan apa-apa pun kerugian kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur." [Ali-Imran:144]

Umar Al-Khattab kelihatan terpegun apabila mendengar ayat-ayat suci yang dibacakan oleh Abu Bakar As-Siddiq. Jiwanya yang keras berubah lembut. Dia menyarungkan pedangnya dan berkata, "Benar apa yang dikatakan Abu Bakar As-Siddiq. Saya dikuasai perasaan marah sehingga terlupa ayat Allah itu".

Suasana menjadi hiba dengan pemergian Baginda Nabi saw. Mereka akhirnya telah kehilangan seorang Rasul, seorang pemimpin umat Islam dan juga kekasih hati mereka.

Akhirnya mereka menerima kenyataan yang Rasulullah saw sudah wafat. Beliau sudah pergi menghadap kekasih agungnya, Allah swt.

Pergi buat selama-lamanya.



P/s: Malam tadi sempat tadabbur ayat Al-Quran di atas bersama ikhwah yang lain. Sebak hati teringatkan kisah ini jadi saya nukilkan kisah yang menyayat hati ini kepada kalian semua. Moga kita semakin cinta kepada Baginda Nabi saw. Jadilah saksi saya di Akhirat kelak, bahawasanya, saya sangat-sangat mencintai Baginda saw. Mohon doa kalian dipertemukan saya dan Baginda, dan di kuatkan saya di sepanjang meniti jalan dakwah ini. Akhir sekali, mari kita bersama-sama berselawat ke atas Baginda saw. Moga-moga, Baginda saw menjadi saksi kita nanti di Akhirat dan memberikan syafaat kepada kita.

Law Kana Bainana [Song + Lyric]



English Subtitle / Translation

If the beloved (saw) were among us
Those from far & near will come to him (saw)
Hoping to see the sun of goodness before it sets
Desiring to be near to Him (saw)
In this company the soul feels great
On that moment If it prays to Allah, Allah will surely answer
The light of Taha (saw) will not cease to exist
Oh Ya Allah who answers prayer, please fulfill our hope to meet him (saw)

I am willing to sacrifice my life for you
Oh beloved (saw) Muhammad saw honor of strangers
In your company the soul feels great
Oh mercy to all the worlds (saw)

Law Kana Bainana [Lagu + Lirik]



Lirik Bahasa Malaysia

Andai Rasulullah masih ada bersama kami : لو كان بيننا الحبيب
Pasti yang jauh dan dekat akan datang kepadanya : لدينا القاصى والقريب
Mengharapkan kebaikan Rasulullah sebelum ianya berakhir : من طيبة قبل المغيب
Dengan harapan dapat mendampingi Rasulullah : طالبا قرب الحبيب
Kerana mendampinginya jiwa menjadi tenang : بقربه نفس تطيب
Dan doa akan diperkenankan oleh Allah : فتدع الله يجيب
Cahaya Rasulullah tidak pernah sirna : انوار طاح لا تغيب
Wahai Tuhan, makbulkanlah hajat kami untuk bertemu dengannya : بلغنا لقاه يا مجيب

HidayahMu ibarat alam yang terbentang luas
Sebagai kasih sayang Tuhan pemberi hidayah
Bicaramu bagaikan sungai yang jernih
Berdamping denganmu bagaikan dahan yang segar dan basah

Ku tebuskan diriku dengan dirimu, wahai Rasulullah : فدتك روحي يا حبيب
Wahai Muhammad yang memuliakan segala makhluk : محمد مكرم الغريب
Berada disisimu jiwa menjadi tenang: بقربك الروح تطيب
Wahai pembawa rahmat kepada sekelian alam : يا رحمة للعالمين